Jejak pejalanDesember itu Anaphalis Javanica tak berbunga di hamparan Savana, Desember itu rintik hujan membiarkan manusia merasakan keberadaannya, Desember itu kau dan aku jatuh seperti tangkai-tangkai Eidelweis di lereng gunungAku merindukan malam dingin di antara serakan bintang, Karena saat itu kau ada dan menyelimutiku di balik bukit-bukit yang berembun, merindukan badai yang seolah-olah begitu benci kepada kitaKarena saat itu jiwamu ada memelukku dalam kehangatan, Aku merindukan senandung angin di tebing-tebing curam yang saling bercumbuKupaksa...
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Senin, 02 Desember 2024
Minggu, 25 Februari 2024
Catatan umar bakri
15.52
No comments
Kelas pagiPendidikan perlu bersandar pada sistem among yang berpegangan pada Kodrat Alam dan Kodrat Zaman. Konsep Kodrat Alam menyatakan bahwa potensi, kekuatan, atau keadaan diri melekat pada masing-masing individu. Sedangkan Kodrat Zaman merupakan potensi, kekuatan, atau keadaan diri yang berubah secara dinamis, beradaptasi pada kondisi sosial, ataupun perkembangan zaman. Dalam pengertian ini dapat dilihat bahwa perkembangan individu seorang manusia yang melalui dua sendi Kodrat Alam dan Kodrat Zaman akan mengalami dua hal konsekuensi. Pertama,...
Minggu, 21 Januari 2024
Entahlah
17.31
No comments
Rupanya, sampai detik ini aku belum juga mampu memahamimu! Memahamimu dari balik celah peristiwa yang satu ke peristiwa lainnya. Bahkan, dari muntahan sederetan tragedi bersama percikan bara yang berkali-kali memanaskan jiwa dan ragamu.Sepertinya, hingga saat ini semua itu memang tiada arti sama sekali bagimu! Entah sampai kapan.Pada sekian purnama bahkan musim telah berganti berulang-ulang, kau terlihat masih saja tidak mau mengerti tentang semuanya. Terbukti, tangan dan kakimu masih setia, menggantung pasrah tanpa daya bagaikan ranting menunggu...
Kamis, 18 Januari 2024
Pesan buat adhee...
23.31
No comments
Pesan buat Dhe_________________________________________Memasuki akhir januari tahun ini. Sentuhan udara masih begitu menyengat, panas, meski beberapa kali rintik hujan sudah mulai turun membasahi permukaan bumi. Hujan yang mungkin saja dinanti oleh sebagian orang, tetapi belum tentu bagi sebagian yang lain.Tidak perlu bertanya tentangnya, sebab, alam memiliki cara dan kemauan sendiri atas apa yang hendak dilakukan. Alam, bisa jadi sudah terlalu lelah jika harus terus-menerus menekuk lutut, tunduk dan patuh pada hasrat-ambisi setiap orang.Namun,...
Lukisan Senja
06.06
No comments
DIBALIK LUKISAN SENJAMelihatmu, mengingatkanku pada seekor kucing putih yang terlindas tebalnya ban truk bermuatan penuh biji baja, di atas aspal hitam jalan raya, di bawah panas terik matahari, siang itu. Remuk dan hancur! Berserakan semua bagian tubuh dan tak ada lagi detak jantung yang sempat berdenyut, darinya.Ya, sisi liarmu telah mati. Meninggalkan desah yang terlampau berat untuk bisa dinikmati. Olehmu. Oleh kita.Tatap matamu melemah! Tak lagi mampu mengikuti lincah gesit tupai-tupai betina yang sedang berlari, bermain di ranting-ranting...
Di bawah pohon sawo
03.46
No comments
Catatan di bawah pohon SawoBerseragam sekolah, pemuda itu dengan pelan mengayuh sepeda peninggalan ayahnya menuju tempat di mana ia hendak belajar. Meski sudah berkarat dan terlihat sangat usang ia sama sekali tidak mempedulikannya. Malu dengan apa yang ia punyai, baginya, akan menjadi penghalang pertama sebelum melangkah menuju cita-cita.Yang dipedulikan oleh pemuda itu hanya ada satu. Bagaimana cara agar bisa melanjutkan sekolah di jenjang yang lebih tinggi meski tanpa biaya dari orangtua."Uihh, senyumnya!"Mendengar seruan itu, seperti biasa,...
Selasa, 02 Juli 2019
Jembatan Cangar
21.16
No comments
Jalur Cangar tak asing lagi bagi para pengguna jalan Malang-Surabaya, atau Batu-Mojokerto dan sebaliknya. Lewat jalur ini, kedua daerah tersebut akan lebih dekat ketimbang melewati jalur besar, belum lagi jika macet. T api, jalur tersebut sangat ekstrim. Tanjakan dan turunan curam, disertai belokan ekstrim akan menyambut para pengguna jalur Cangar ini. ini memang berada di pegunungan, maka tak heran sepanjang jalur ini akan ada hutan dan jurang...
Langganan:
Postingan (Atom)